Thursday, January 7, 2016

ASUS Transformer T100HA Hadir dengan Quad Core Intel x5


Notebook 2-in-1 dengan Windows 10 ini kini lebih tipis dan ringan!

ASUS kembali melakukan refresh terhadap lini produk Transformer yang fenomenal dengan menghadirkan varian terbaru yakni Transformer T100HA. Hadir pertama kali di Indonesia pada tahun 2013 lalu, Transformer T100 telah mendongkrak reputasi ASUS sebagai pemain utama di industri perangkat komputer 2-in-1.



Dibanding sebelumnya, ASUS Transformer T100HA yang kini dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 hadir dengan desain yang lebih tipis, lebih ringan dan menawarkan daya tahan baterai hingga 12 jam penggunaan. Sebagai informasi, perangkat 2-in-1 Transformer merupakan kombinasi antara notebook 10,1 inci ultra portabel dan ringan, serta tablet super tipis.

“Dengan Transformer Book T100, ASUS telah memimpin pasar notebook 2-in-1 dari sisi inovasi, desain dan performa produk. T100HA meneruskan reputasi tersebut dengan menawarkan kombinasi unik antara notebook ultra ringan dengan performa tinggi serta tablet yang sangat tipis,” sebut Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia.

Komputasi 2-in-1 Kini Menjadi Lebih Baik
“Lewat desain terbaru ini, tablet akan dapat memposisikan diri dengan pas saat akan disambungkan dengan mobile docking dan berubah fungsi menjadi notebook,” sebut Juliana. “Dukungan Windows 10 Continuum juga membuat antarmuka sistem operasi Windows 10 akan melakukan konfigurasi secara otomatis agar transisi dari laptop ke tablet atau sebaliknya dapat berjalan dengan mulus,” ucapnya.

Sejumlah pembaruan besar juga telah dihadirkan ASUS pada Transformer T100HA. Selain kehadiran Windows 10 dengan Cortana, beberapa update lain yang dihadirkan di antaranya adalah penggunaan prosesor quad-core Intel Atom x5 quad-core 64-bit yang bertenaga, serta dukungan USB 3.1 Type C.

Sebagai gambaran, prosesor Intel Atom x5 Z8500 menawarkan performa 2 kali lebih baik dari sisi grafis dibanding sebelumnya. Demikian pula kinerja komputasi lainnya secara umum, misalnya saat bekerja, menjelajah internet, ataupun menikmati konten multimedia.

Sebagai sebuah tablet Windows 10, Transfomer T100HA juga kini 20 persen lebih tipis. Ketebalannya hanya 8,45 millimeter dan bobotnya juga sudah dipangkas. Kini hanya 580 gram. “Tentunya faktor dimensi dan bobot ini menjadi sangat menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat mobilitas tinggi yang bertenaga,” sebut Juliana.

Sebagai sebuah laptop, keyboard detachable milik Transformer T100HA juga didesain secara ergonomis agar menghadirkan kenyamanan lebih saat bekerja. Dengan jarak tekan 1,5 milimieter, tombol-tombol pada keyboard dioptimalkan untuk digunakan dalam jangka waktu lama. Touchpad-nya yang responsif juga memiliki ukuran yang sangat lebar di kelasnya.

Mobilitas Tinggi Sepanjang Hari
ASUS Transformer T100HA ditujukan bagi pengguna lifestyle yang memiliki mobilitas tinggi. Untuk itu, selain dimensi dan bobot yang cocok untuk segmen pengguna tersebut, produk ini juga hadir dalam empat pilihan warna yang cerah yakni Tin Grey, Silk White, Aqua Blue dan Rouge Pink sehingga pengguna bisa memilih versi yang paling lebih sesuai dengan gaya mereka.

Dengan desain yang dioptimalkan agar penggunaan energinya lebih efisien, Transfomer T100HA menawarkan masa aktif baterai hingga 12 jam non stop.

Yang menarik, Juliana menambahkan, proses pengisian ulang baterainya juga sudah dimodifikasi. “Dengan teknologi eksklusif ASUS BoostMaster, pengisian ulang baterai Transformer T100HA juga sangat cepat. Dengan melakukan charging selama 15 menit, maka pengguna akan dapat mengisi baterai hingga kapasitas yang cukup untuk digunakan hingga 90 menit,” ucapnya.

Tak hanya sampai di situ, Transfomer Book T100HA juga menawarkan fleksibilitas lebih. Ia bisa diisi ulang menggunakan daya dari power bank lewat port micro USB yang tersedia. “Jadi, jika masa aktif 12 jam tidak cukup, dan pengguna masih terjebak di perjalanan, mereka tetap bisa bekerja atau menikmati hiburan pada notebooknya menggunakan daya yang dipasok dari powerbank,” sebut Juliana.

Main Spec.
Transformer T100HA
CPU
Intel Atom x5 Z8500 quad core 64-bit (2MB up to 2.24GHz)
Memory
LPDDR3L 1600 MHz SDRAM 2GB/4GB
Storage
64GB eMMC / 128GB eMMC
Display
10.1" 16:10 WXGA (1280x800)
Graphics
Integrated Intel® HD Graphics
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack
1 x USB 2.0 port(s)
1 x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps)
1 x Micro USB
1 x micro HDMI
Camera
Front 2MP, Rear 5MP
Connectivity
Integrated 802.11 a/b/g/n
Built-in Bluetooth™ V4.0
Audio
Built-in Speakers And Digital Array Microphone
Weight 
Tablet: 0.58Kg
Mobile Dock: 0.46Kg
Dimension
Tablet: 265 x 175 x 8.45 mm (WxDxH)
Mobile Dock: 265 x 173.7 x 10 mm (WxDxH)
Colors
Tin Grey, Silk White, Aqua Blue and Rouge Pink
Battery
30Whrs up to 12 hours
MSRP
Rp4.599.000
Rp6.099.000
Warranty
1 year full global warranty







Wednesday, November 25, 2015

Mengenal Perbedaan Otak Laki-Laki dan Perempuan


Otak kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan, bekerja untuk mengingat kata-kata, matematika, verbal, logis, fakta, analisa, syair, nyanyian, lineal, detail dan lebih teratur. Sedang otak kanan cenderung kepada kreatif, warna,artistik, visualisasi, intuisi, gagasan, khayalan, holistik, music, bentuk dan ruang. 

1. Otak kiri pada perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki Pada usia 0-6 tahun otak kanan dan kiri perempuan tumbuh dengan kecepatan yang berimbang. Sedangkan pada laki-laki otak kanan berkembang lebih cepat daripada perempuan. Meski demikian, otak kanan laki-laki berkembang lebih cepat daripada otak kiri perempuan. Tak heran jika pada usia sekolah banyak perempuan mendapat ranking di kelasnya, lebih cepat kemampuan membaca dan menulisnya. Anak laki-laki yang mungkin merasa kurang dalam lisan, kesenian dan matematika merasa terintimidasi dan akhirnya lebih senang membuat kekacauan dan keributan. Semoga dengan mengetahui fakta ini bunda lebih bisa memahami anak laki-lakinya dan tidak membedakan dengan saudara perempuannya. 

2. Pada usia 6-12 tahun otak kanan dan kiri laki-laki akan mulai berkembang dan baru berkembang beriringan menginjak usia 18 tahun. Pada usia itulah laki-laki akan menduduki posisi penting semisal ketua senat, ketua BEM, memimpin orasi dan lain sebagainya. Sedang perempuan akan kembali ke fitrah yakni menjadi seksi konsumsi, bendahara, sekretaris, dan sebagainya. Mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa di beberapa negara di luar negeri anak laki-laki dan perempuan belajar di tempat terpisah. Anak laki-laki akan belajar dengan praktik secara langsung menggunakan komputer, robotic, dll sedang anak perempuan akan cukup meski belajar hanya dengan kertas dan buku. 

3. Otak perempuan terhubung lebih baik dan otak pria dibuat untuk pekerjaan khusus. DR. Rober Groski, ahli neurologi dari Universitas California, Los Angeles menemukan bahwa corpus collosum pada otak perempuan lebih tebal daripada laki-laki sehingga perempuan mampu mengerjakan berbagai pekerjaan yang tidak saling berhubungan dalam satu waktu. Kita sering menyebutnya multitasking. Maka wajar jika seorang ibu bisa saja menggoreng tempe sambil menyuapi si kecil dan menemani kakak belajar sembali sesekali melirik smart phonenya. Berbeda dengan laki-laki yang hanya bisa menekuni satu hal. Dan ketika ia sedang berkonsentrasi, tanpa disadari pendengarannya akan menurun. Menurun ya, bukan berkurang. Jika anak laki-laki atau suami bunda tak menyahut panggilan ketika ia sedang serius maka saatnya bunda bilang, "Wow! Laki banget!" hehe. Stop memanggil berulang-ulang karena hanya akan menghabiskan energi. Datangi dan colek bahunya saja mungkin lebih efektif. Mungkin hal ini berkaitan pula dengan sudut pandang. Perempuan memliki sudut pandang yang lebar sedang laki-laki bersudut pandang lurus namun panjang. 

4. Letak emosi. Pada laki-laki umumnya terletak di sebelah kanan yang berarti perasaan dapat bekerja secara terpisah dari fungsi-fungsi otak yang lain. Contoh laki-laki berdebat dengan kata-kata di otak kiri tanpa emosional. Pada perempuan, titik emosi tersebar pada kedua belahan otak. Perasaannya menjadi lebih aktif serempak bersama dengan fungsi otak lain. Contoh : perempuan bisa menangis ketika mengganti ban yang kempes.

5. Otak kanan perempuan tersusun untuk bereaksi dengan orang dan wajah-wajah sedang otak laki-laki pada benda dan bentuknya. Jika suami lebih senang mengotak-atik laptopnya ketimbang melihat wajah Anda, bukan berarti wajah Anda tidak cantik! 

6. Cara menyimak. Di sepuluh menit pertama, perempuan bisa berkali-kali berubah ekspresi. Contoh ketika secara tak sengaja bertemu dengan teman sekolahnya di pusat perbelanjaan. Pasti sangat hebring dengan ucapan semisal "Ehh Apa kabar??" "Ah Masa sih??" "Iya gitu??" "Hihi bisa aja jeng" dan ucapan yang senada diikuti dengan mimik serta gestur yang berubah-ubah pula. Laki-laki cenderung datar dan kurang ekspresif. Maka lebih bijak bagi para bunda untuk menunggu selama 10 menit sebelum mengajak suami mengobrol sepulang kerja. 

7. Perempuan menginginkan hubungan dan kerjasama laki-laki menginginkan kekuasaaan kedudukan dan bersaing. Pernahkan Anda melihat seorang laki-laki dalam suatu seminar berkata pada temannya, "Ke kamar mandi yuk..!" Pasti tidak ya! Laki-laki akan fokus, ke kamar mandi ya ke kamar mandi. Perempuan yang memang menyukai hubungan biasanya mengajak temannya pergi ke toilet. Belum kalau sedang mengantri, melihat teman sebaya yang juga sedang mengantri di sebelah pasti tak tahan untuk bilang, "dari mana mbak?" dan sebagainya 

8. Wanita menghargai hubungan dan laki-laki menghargai pekerjaan. Jika wanita tidak bahagia dalam hubungan keluarga maka ia tak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya, sebaliknya laki-laki tidak dapat memusatkan perhatiannya pada keluarganya jika ia tak bahagia dalam pekerjaannya.

9. Beberapa perbedaan laki-laki dan perempuan.
+Laki-laki lebih suka berterus terang sedang perempuan tidak. Contoh : "Bunda marah ya?" dijawab oleh perempuan "Enggak!"
+Laki-laki bicara apa adanya, perempuan dengan perasaan.
+Bila curhat, perempuan hanya ingin didengar, laki-laki menawarkan solusi.
+Perempuan mungkin kesulitan membaca peta atau petunjuk jalan, laki-laki tahu arah dengan pasti. 
+Berbelanja adalah kegembiraan bagi wanita namun sebuah teror bagi laki-laki.
+Perempuan butuh bicara jika tertekan sedang laki-laki tidak.


Itulah perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan.

Sumber : Internet